Kewajiban Puasa

MANUSIA DAN KEWAJIBAN PUASA

Berkaitan dengan kewajiban berpuasa, manusia dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut:

 Wanita Haidh Dan Nifas

Mereka diharamkan berpuasa, wajib berbuka, dan wajib pula menggan­ti (mengqadha’) di hari yang lain sebanyak hari yang ia tidak berpuasa.

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Kami haidh pada zaman Rasulullah SAW, lalu kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ sholat. (HR Bukhari dan Muslim).

 Orang Sakit

sakitOrang yang sakit, mendapatkan rukhshah (kemurahan dan keringanan) untuk berbuka. Sakit yang dimaksud, menurut jumhur ulama’ adalah sakit yang membahayakan dan bertambah parah jika berpuasa, atau dikhawa­tirkan memperlambat kesembuhan.

Firman Allah SWT: Allah SWT menghendaki kemudahan pada kalian, dan tidak menghenda­ki kesulitan. (QS Al Baqarah [2]: 185).

Ayat ini menunjukkan bahwa maksud dari rukhshah adalah menghin­dari masyaqqot (kepayahan, kesulitan) dan bahaya, padahal ada sebagian penyakit yang tidak bisa sembuh kecuali dengan berpuasa.

Dengan alasan inilah jumhur ulama’ berpendapat : Wanita hamil dan menyususi. Jika wanita hamil mengkhawatirkan atas keselamatan dirinya, anaknya, atau diri dan anaknya sekaligus, ia berbuka dan tidak berpuasa, karena keduanya seperti orang yang sakit.

Sabda Rasulullah SAW: Sesungguhnya Allah SWT menanggalkan separoh dari puasa dan sholat bagi orang yang bepergian, dan juga dari wanita hamil dan menyu­sui. (HR Abu Daud, At-Tirmidzi, AN-Nasa-i dan Ibnu Majah, dengan sanad jayyid).

Masalahnya adalah mereka (wanita hamil dan menyusui) wajib meng­qadha’ atau harus bagaimana ? Para ulama’ berbeda pendapat dalam hal ini, dan dapat dijelaskan sebagai berikut:

Menurut imam Syafi’i dan Ahmad: Jika hanya mengkhawatirkan anaknya saja, lalu ia berbuka, maka wajib mengqadha’ dan membayar fidyah, yaitu memberi makan setiap hari yang ia tidak berpuasa sebanyak satu mud (6 ons) kepada fakir miskin, dari makanan yang ia biasa makan dalam kondisi biasa.

Jika keduanya mengkhawatirkan dirinya saja, atau diri dan anaknya sekaligus, maka keduanya hanya wajib mengqadha’ saja.

Menurut Abu Hanifah: Bagaimanapun juga alasan kekhawatirannya, keduanya hanya wajib mengqadha’ saja, dengan alasan keduanya satu hukum dengan orang yang sakit.

Khusus

Jika seorang wanita setahun hamil dan tahun berikutnya menyusui, lalu tahun depannya lagi hamil lagi, begitu seterusnya, maka ia hanya wajib membayar fidyah saja. (Yusuf Al Qardhawi, Fatawa Mu’ashirah juz 1, hal: 301), karena kapan saatnya ia harus meng­qadha’, kalaupun ada, maka sangatlah memberatkan dan Allah SWT SWT tidak menghendaki untuk memberatkan, wAllahu a’lam.

Orang Tua Renta Dan Pikun

tua-rentaOrang tua renta yang tidak mampu atau keberatan untuk berpuasa, begitu juga yang pikun, ia membayar fidyah sebanyak satu mud (6 Ons) kepada fakir miskin, dan berbuka (tidak berpuasa).Firman Allah SWT: Dan atas orang-orang yang kepayahan berpuasa, fidyah, memberi makan satu mud untuk orang miskin. (QS Al Baqarah [2]: 184).

Ibnu Abbas, ayat ini untuk orang tua (Bukhari).

 Musafir

Bagi orang yang bepergian dalam jarak tempuh yang diperbolehkan mengqoshor sholat, ia boleh berbuka, dan kalau ia berbuka maka wajib mengqadha’ di hari yang lain.

Firman Allah SWT: Barang siapa sakit, atau dalam bepergian, maka mengganti di hari-hari yang lain. (QS Al Baqarah [2]: 184, 185).

Manakah yang lebih afdlol baginya? puasa atau berbuka ?

sang-musafirPara ulama’ berbeda pendapat dalam masalah ini:Kami sependapat dengan Umar bin Abdul Aziz, Mujahid dan Qotadah, yang mengatakan, yang afdlol adalah yang lebih mudah dan ringan antara puasa, dan berbuka dengan resiku wajib mengqadha’ menurut pandangan musafir itu. Pendapat inilah yang dianut Ibnul Mundzir (Al Majmu’ juz 6, hal : 266).

Mukallaf (baligh dan berakal sehat) yang tidak termasuk dalam kategori di atasMereka ini wajib berpuasa, dan tidak boleh menggantinya dengan fidyah.

Firman Allah SWT:Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu ber­puasa, sebagaimana telah diwajibkan atas ummat sebelummu, agar supaya engkau bertakwa. Pada beberapa hari tertentu. (QS Al Baqarah [2]: 183-184).

 Puasa anak kecil

Dalam shahih Bukhari:

puasa anak kecilDari Rubayyi’ binti Mu’awwidz, ia berkata: Rasulullah SAW mengir­im utusan pada pagi hari tanggal 10 Muharrom ke perkampungan Anshor: “barang siapa pagi ini berbuka, maka selesaikanlah sisa harinya, dan barang siapa berpuasa, maka berpuasalah”, Rubayyi’ berkata: “maka kami berpuasa, dan melatih anak kecil kami berpua­sa, dan kami berikan kepada mereka mainan dari bulu, jika mereka menangis minta makan, kami berikan mainan itu sampai tiba waktu berbuka”. (Bukhari hadits no: 1960).

 Kapan Mulai Berpuasa ?

Puasa Ramadhan dimulai pada tanggal satu dari bulan tersebut, tidak boleh diawalkan atau diakhirkan.

Sabda Rasulullah SAW:

Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari, kecuali ia seseorang yang biasa berpuasa pada hari itu (senin, kamis, puasa Daud dsb), maka berpuasalah. (HR Bukhari, no: 1914).

Untuk menetapkan satu Ramadhan dapat dilakukan dengan dua cara, sesuai dengan petunjuk dan ajaran Rasulullah SAW, yaitu:

Dengan melihat hilal tanggal satu Ramadhan, jika hilal tidak dapat dilihat, maka:

Menyempurnakan hitungan Sya’ban menjadi tiga puluh hari. Tentunya awal Sya’ban hendaknya ditetapkan juga dengan melihat hilal.

Rasulullah SAW tidak menerima penetapan awal bulan dengan hitun­gan.

Sabda Rasulullah SAW:

Berpuasalah karena melihat hilal, dan berbukalah karena melihat hilal, jika hilal tidak terlihat oleh kalian, sempurnakan hitungan Sya’ban menjadi tiga puluh hari. (HR Bukhari, no: 1909).

Sabda beliau yang lain: Kami ummat ummi, tidak bisa menulis dan berhitung, bulan adalah demikian, dan demikian, maksudnya: terkadang dua sembilan, terka­dang tiga puluh. (HR Bukhari, no: 1913).

Jadi jika ada informasi bahwa bulan sudah terlihat, dan informasi itu dapat dipertanggungjawabkan, maka kita wajib berpuasa, meski­pun kalender mengatakan belum tanggal satu Ramadhan, dan bila kita mendapat informasi yang bisa dipertanggungjawabkan bahwa bulan sudah dapat dilihat (Syawal), maka kita berbuka, meskipun kalender atau lainnya mengatakan lain.

 Yang Tidak Merusak Puasa ?

1.   Tetesan obat dan celak, jika rasanya tidak sampai di kerong­kongan.

2.   Berbekam (mengkop untuk mengeluarkan darah), yang dibekam dan yang membekam tidak batal puasanya.

3.   Jika masuk kedalam mulut sesuatu yang tidak bisa dihindari, seperti lalat, nyamuk, debu jalan, tebaran tepung, dan semacamnya waktu menyapu atau bekerja.

4.   Asap kayu, adapun menghisap rokok hukumnya haram dan membatal­kan puasa.

5.   Mencium minyak misik, mawar, bunga dan wewangian, selama tidak berasap, tetapi makruh.

6.   Mencium bau makanan.

7.   Suntik dengan segala macamnya, selama bukan suntikan makanan, jika memungkinkan mengakhirkan suntikan sampai malam, itu lebih baik.

8.   Masuk fajar masih dalam keadaan junub, lalu mandi setelah fajar, atau junub di siang hari, hendaklah ia mandi, dan tidak batal puasanya, begitu juga yang bersih dari haidh. Akan tetapi seorang yang junub hendaklah segera mandi untuk sholat di awal waktu.

9.   Mandi dan berenang, selama air tidak masuk kerongkongan.

10. Menelan ludah dan lendir, selama belum mau dimuntahkan, kalau sudah mau dimuntahkan lalu ditelan tidak boleh menurut madzhab Syafi’i.

11. Muntah tidak sengaja.

12. Membersihkan telinga dengan kayu atau kapas dan meneteskan obat ke dalamnya, selama tidak sampai ke kerongkongan.

13. Makan dan minum karena lupa.

14. Masuknya sisa makanan yang terselip pada gigi tanpa sengaja.

15. Mencium (isteri), bermesraan (selain jima’), memandang, dan berfikir, selama tidak mengeluarkan sesuatu, akan tetapi makruh.

16. Berkumur, selama tidak ada air yang ditelan dengan sengaja, begitu juga gosok gigi, lebih baik gosok gigi sebelum fajar tiba.

17. Mencicipi makanan, atau melembutkan sesuatu dengan mulut untuk anak kecil, selama tidak ditelan, dan tidak ada sesuatu yang masuk ke perut, akan tetapi makruh.

Kasus Yang Sering Ditanyakan ?

 Bagi yang bersetubuh dengan istrinya di siang Ramadhan, ia wajib mengqadha dan membayar kaffaroh, secara urut yaitu:

–     Memerdekakan budak, kalau tidak mampu

–     Berpuasa dua bulan berturut-turut, kalau tidak mampu

–     Memberi makan enam puluh orang miskin.

Dan menurut madzhab imam Malik, yang sengaja membatalkan puasan­yapun terkena hukum seperti ini.

Qadha’ Ramadhan tidak disyaratkan terus menerus.

Boleh bagi wanita mengupayakan pengakhiran haidh, dengan syarat terjamin aman atas kesehatannya, dan kondisi normal lebih aman dan baik, Islam memberikan Rukhshah (keringanan) kepa­danya.

Bagi yang punya hutang puasa dan belum terbayar (terqadha) sampai datang lagi puasa berikutnya, ia tetap wajib mengqadha’ diluar bulan Ramadhan, tidak boleh berpuasa apapun pada bulan selain puasa Ramadhan tersebut, dan lebih baik lagi ia juga membayar fidyah disamping mengqadha’.

 Beberapa Adab Berpuasa

1.   Selama berpuasa hendaklah ia meninggalkan segala bentuk ma’­siat, karena puasa adalah larangan untuk sesuatu yang mubah, sudah semestinya yang aslinya haram lebih dilarang lagi.

2.   Hendaklah ia pada siang Ramadhan menyibukkan diri dengan berbagai bentuk ketaatan, seperti dzikir, membaca Al Qur’an, dan sebagainya, dan janganlah ia menggunakan waktunya untuk bermain, bercanda, gaple, catur dan semacamnya, kalau terasa capek atau bosan dengan sesuatu tidur saja.

3.   Bersegera berbuka jika telah jelas maghrib tiba.

4.   Berdo’a saat berbuka, khususnya dengan do’a ma’tsur, yaitu:

 اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَبِكَ ءَامَنْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ، اَللَّهُمَّ يَا وَاسِعَ الْمَغْفِرَةِ، اِغْفِرْ لِيْ

 Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan atas rizqi-Mu aku berbuka, rasa dahaga telah sirna, nadi-nadi darahku telah basah, dan pahala telah dikukuhkan insya Allah, ya Allah, Dzat yang Mahaluas pengampunan-Nya, ampunilah saya.

5.   Janganlah berbuka sampai kekenyangan, bukankah puasa untuk memberi rasa fakir dan lapar ?!, sunnahnya berbuka dengan kurma yang masih segar (ruthob), atau kurma, atau air, lalu sholat maghrib, baru makan besar.

6.   Disunnahkan mengakhirkan sahur, yang sunnah masih ada waktu antara sahur dan sholat subuh sepanjang bacaan lima puluh ayat.

7.   Dianjurkan waktu Ramadhan memperbanyak shadaqah dan infaq.

8.   Dianjurkan pula memberi buka kepada orang yang berpuasa, karena ia mendapatkan pahala seperti yang didapat oleh yang berpuasa, tanpa mengurangi pahalanya.

9.   Pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan disunnahkan untuk I’tikaf dan mengencangkan semangat untuk beribadah.

Semoga Allah SWT memberi kesempatan kita untuk bertemu Ramadhan, diterima puasa kita, sholat kita, dan seluruh amal baik kita, serta diampuni seluruh dosa kita, sehingga kitapun terbebas dari neraka, aamin.

Iklan

Hal Yang Membatalkan Puasa & Hal Yang Harus di Lakukan

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA

puasaHal-hal yang membatalkan puasa dibagi dalam dua kelompok:

1.   Membatalkan Puasa dan wajib dibayar dengan puasa pula (qodlo’) saja, yaitu:

a.   Masuknya sesuatu ke dalam perut melalui rongga/lubang tubuh seperti makan, minum, menelan ludah yang sudah keluar dari mulut, suntikan melalui qubul atau dubur, tertelannya air kumur karena berlebihan dalam berkumur.

b.   Muntah yang mengandung adanya unsur kesengajaan seperti karena memasukkan jari ke dalam mulut. Adapun muntah karena tidak sengaja atau diluar kemauan maka tidak membatalkan puasa.

c.   Bersetubuh baik yang halal (suami istri) apalagi yang haram, naudzu billah.

d.   Keluar mani dengan unsur kesengajaan. Misalnya dengan onani, masturbasi dan sebagainya. Adapun yang tidak sengaja seperti hanya terlihat gambar atau bermimpi maka tidak membatalkan.

e.   Mengira sudah maghrib lalu berbuka, padahal belum maghrib.

f.    Murtad, seperti halnya gila, jiak orang ini masuk Islam kembali, maka terjadi perbedaan pendapat apakah wajib membayar puasa atau tidak.

g.   Haidl dan nifas.

f.    Gila, dalam hal ini ada perbedaan pendapat apakah dia wajib membayar qodlo puasanya atau tidak.

Keterangan : Seseorang yang membatalkan puasa karena sebab yang diharamkan, misalnya makan karena disengaja, onani dan sebagainya diwajibkan melakukan imsaak, menahan diri seperti layaknya orang yang berpuasa, dan dia tetap mendapat dosa. Adapun orang yang batal puasanya karena haidl, nifas dan gila maka hal itu tidak terkena dosa.

 2.   Hal-hal yang membatalkan puasa dan wajib dibayar dengan puasa (qodlo’) plus denda.

Bersetubuh (jima’). Orang yang puasa Ramadhan lalu bersetubuh di siang hari, maka batal puasanya, wajibmelakukan imsak sebagaimana orang yang berpuasa, wajib membayar puasa (qodlo’), dan wajib membayar kafaarat, yaitu puasa dua bulan berturut-turut, jika tidak mampu wajib memerdekakan budak, dan jika tidak mampu maka wajib memberi makan kepada 60 orang miskin.

 HAL-HAL YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN (Sunnah-sunnah Puasa)

1.     Sahur, dan melakukannya sepagi mungkin menjelang subuh, sekitar 15 menit (50 ayat) sebelum adzan subuh.

2.     Menyegerakan berbuka, begitu masuk waktu maghrib langsung berbuka meskipun hanya minum saja.

3.     Berdo’a setelah berbuka. Anjuran berdo’a sebelum makan dan sesudah makan tetap berlaku seperti halnya di luar Ramadhan.

4.     Memberikan buka puasa kepada orang lain.

5.     Melakukan segala hal kebaikan, dan meninggalkan segala hal yang melalaikan dari dzikrullah, meskipun tidak termasuk haram. Seperti memperbanyak membaca Al Qur’an dan mengurangi menonton TV atau ngobrol yang tidak berfaidah.

 LAIN-LAIN

1.     Orang yang sedang junub/hadast besar di malam hari, ketika subuh belum mandi, maka puasanya tetap sah. Namun jangan sampai tidak sholat subuh.

2.     Orang yang makan dan minum atau bersetubuh dalam keadaan lupa, maka puasanya tidak batal. Teapi saat ingat, kegiatan ini harus di-stop.

3.     Keluarnya darah karena di tubuh orang yang berpuasa, adalah tidak membatalkan puasa.

4.     Keluarnya mani karena bermimpi tidak membatalkan puasa.

5.     Mendahulukan sholat maghrib kemudian berbuka adalah hal yang tidak baik.

6.     Makan dan minum adalah tidak membatalkan wudlu seseorang. Karenanya setelah berwudlu seseorang tetap boleh makan sahur atau berbuka, asal masih pada waktunya.

7.     Melakukan maksiat seperti ghibah, mencuri, menyebar fitnah dan lain-lain tidak membatalkan status hukum puasa. Tetapi dapat membatalkan pahala puasa, namun ia wajib berpuasa selayaknya orang berpuasa.

8.     Mencium istri tidak membatalkan puasa, tetapi sebaiknya dihindari untuk menjaga hal-hal yang lebih khusus yang dapat membatalkan puasa.

9.     Mencicipi makanan tidaklah membatalkan puasa. Tetapi sebaiknya dihindari dan berhati-hati supaya jangan sampai tertelan.

10.   Berkumur saat berpuasa tidak boleh berlebihan (mubalagah), jika berlebihan dan tertelan airnya, maka dapat membatalkan puasa.

11.   Gosok gigi saat berpuasa memang disunnahkan sebelum dzuhur. Adapun setelah dzuhur sampai maghrib sebaiknya tidak dilakukan untuk menghindari masalah khilafiyah. Jika ingin melakukan gosok gigi, sebaiknya dilakukan sebelum fajar dan setelah maghrib untuk berhati-hati dari kemungkinan tertelannya pasta gigi yang dapat membatalkan puasa.

 Diantara amalan shiyam Ramadhan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Adalah :

1.     Berilmu yang benar tentang shiyam dengan mengetahui dan menjaga rambu-rambunya; “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yang semestinya diperhatikan, maka hal itu akan menjadi penghapus dosa-dosa yangpernah dilakukan sebelumnya. (HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi)

2.     Tidak meninggalkannya; walaupun sehari dengan sengaja tanpa alasan  yang dibenarkan oleh syariat Islam, sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Barang siapa tidak berpuasa pada bulan Ramadhan sekalipun sehari tanpa alas an rukhshoh atau sakit, maka itu (merupakan dosa besar) yang tidak dapat ditebus bahkan seandainya ia berpuasa selama hidup.” (HR. At Turmudzi)

3.     Bersungguh-sungguh; dalam melakukan shiyam dengan menepati aturan-aturannya. Sebagaimana sabda Rasulullah SWA : “Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan dengan sepenuh iman dan kesungguhan, maka akan diampunkanlah dosa-dosa yang pernah dilakukannya. (HR. Bukhori, Muslim dan Abu Daud).

4.     Hati-hati; menjauhi hal-hal yang dapt merusak nialai shiyam. Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang selama berpuasa tidak juga meninggalkan kata-kata bohong bahkan menpraktekkannya, maka tidak ada nialinya bagi Allah apa yang ia sangkakan sebagai puasa, yaitu sekedar meninggalkan makan dan minum“ (HR. Bukhori dan Muslim). Pada hadist yang lain “Bukanlah (hakikat) shiyam itu sekedar nebinggalkan makan dan minum,melainkan meninggalkan hal yang sia-sia (tidak benilai) dan kata-kata bohong.” (HR. Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah)

5.     Sahur; disunnahkan mengakhirkan waktu dan melakukan sahur dengan makanan yang insya Allah berkah (al ghoda’ al mubarok). Dalam hal ini Rasulullah SAW. Pernah bersabda: “Makanan sahur semuanya bernilai berkah, maka jangan anda tinggalkan, sekalipun hanya dengan seteguk air. Allah dan para malaikat mengucapkan salam kepada orang-orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad).

6.     Iftor; atau berbuka puasa. Rasulullah pernah menyampaikan bahwa salah satu indikasi kebaikan ummat adalah manakala mereka mengikuti sunnah dengan mendahulukan iftor (berbuka puasa) dan mengakhirkan sahur. Sebagaimana sabda beliau : “Sesungguhnya termasuk hamba Allah yang paling dicintai-Nya, ialah mereka yang menyegerakan berbuka puasa.” (HR. Ahmad dan Turmudzi) Bahkan beliau mendahulukan iftor walaupun hanya dengan ruthob (kurma mengkal) atau tamr (kurma) atau air saja (HR. Abu Daud dan Ahmad).

7.     Berdo’a; stelah seharian berpusa,kemudian berbuka puasa, sebagai rasa syukur, dianjurkan berdo’a. Bahkan Rasulullah mensyariatkan agar orang-orang yang berpuasa  banyakmemanjatkan do’a, sebab do’a mereka akan dikabulkan Allah SWT “Ada tiga kelompok manusia yang do’anya tidak ditolak oleh Allah. Yang pertama ialah orang-orangyang berpuasa hingga mereka berbuka.” (HR. Ahmad dan Turmudzi) 

KHOTBAH RASULULLAH SAW

KHOTBAH RASULULLAH SAW

DALAM MENYAMBUT BULAN RAMADHAN YANG PENUH BERKAH

Wahai manusia !

970726_525944587452950_319254510_n

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat.Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.a! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabb-mu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Kasihilah anak yatim niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu-waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah ‘Azza wa Jallaa memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

 Wahai manusia!

Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)mu maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah! Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang- orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al ‘alamin.

 Wahai manusia!

Barangsiapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang mu`minin yang berpuasa di bulan ini maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.  (Sahabat-sahabat bertanya, “Ya, Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian”. Rasulullah meneruskan:) Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma.  Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

 Wahai manusia!

Siapa yang membaguskan akhlaqnya di bulan ini ia akan berhasil melewati shirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya  di hari Kiamat.

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturrahim) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka.

Barangsiapa melakukan  shalat fardlu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardlu di bulan yang lain.

Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.

Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat al Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam al Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia!

Sesungguhnya pintu-pintu syurga dibukakan bagimu maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.  Amirul Mukminin karamallahu wajha berkata,

“Aku berdiri dan berkata, ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini ?” 

Jawab Nabi’

“Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah..

Alhamdulillaahi rabbal ‘aalamiin.  (dikutip dari :\\ Ikhsan Pallawa, S.Pdi\Judul :Menggapai Kemuliaan  Ramadhan)

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

PLTN

Sejak tahun 70-an, pemerintah terus ngotot untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Tahun 1998, rencana pembangunan PLTN di Muria gagal akibat krisis ekonomi. Alasan krisis energi listrik terus dijadikan alasan oleh pemerintah untuk mempromosikan PLTN.  Rencana pemerintah untuk membangun PLTN dapat dikatakan sebagai langkah mundur dalam pemilihan energi alternatif. Sebab, ketika di beberapa negara yang selama ini menggunakan tenaga nuklir berkeinginan menutup reaktor nuklirnya, justru pemerintah Indonesia baru berencana membangunnya.Amerika Serikat yag memiliki 110 buah reaktor nuklir atau 25,4% dari total seluruh reaktor yang ada di dunia, akan menutup 103 reaktor nuklirnya. Demikian halnya dengan Jerman, negara industri besar ini, juga berencana menutup 19 reaktor nuklirnya. Penutupan pertama dilakukan pada tahun 2002 kemarin, sedang PLTN terakhir akan ditutup pada tahun 2021. Keadaan lain juga terjadi di Swedia, yang menutup seluruh PLTN-nya yang berjumlah 12, mulai tahun 1995. Sampai negara tersebut bebas dari PLTN pada tahun 2010 mendatang. Sejarah PLTN di Indonesia

 Proses rencana pembangunan PLTN di Indonesia cukup panjang. Tahun 1972, telah dimulai pembahasan awal dengan membentuk Komisi Persiapan Pembangunan PLTN. Komisi ini kemudian melakukan pemilihan lokasi dan tahun 1975 terpilih 14 lokasi potensial, 5 di antaranya terletak di Jawa Tengah. Lokasi tersebut diteliti BATAN bekerjasama dengan NIRA dari Italia. Dari keempat belas lokasi tersebut, 11 lokasi di pantai utara dan 3 lokasi di pantai selatan. Pada Desember 1989, Badan Koordinasi Energi Nasional (BAKOREN) memutuskan agar BATAN melaksanakan studi kelayakan dan terpilihlah NewJec (New Japan Enginereering Consoltan Inc) untuk melaksanakan studi tapak dan studi kelayakan selama 4,5 tahun, terhitung sejak Desember 1991 sampai pertengahan 1996. Pada 30 Desember 1993, NewJec menyerahkan dokumen Feasibility Study Report (FSR) dan Prelimintary Site Data Report ke BATAN. Rekomendasi NewJec adalah untuk bidang studi non-tapak, secara ekonomis, PLTN kompetitif dan dapat dioperasikan pada jaringan listrik Jawa – Bali di awal tahun 2000-an. Tipe PLTN direkomendasikan berskala menengah, dengan calon tapak di Ujung Lemahabang, Grenggengan, dan Ujungwatu.

 Apa itu Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir?

PLTN adalah pembangkit tenaga listrik tenaga nuklir yang merupakan kumpulan mesin untuk pembangkit tenaga listrik yang memanfaatkan tenaga nuklir sebagai tenaga awalnya. Prinsip kerjanya seperti uap panas yang dihasilkan untuk menggerakkan mesin yang disebut turbin. Secara ringkas dan sederhana, rancangan PLTN terdiri dari air mendidih, boild water reactor bisa mewakili PLTN pada umumnya, yakni setelah ada reaksi nuklir fisi, secara bertubi-tubi, di dalam reaktor, maka timbul panas atau tenaga lalu dialirkanlah air di dalamnya. Kemudian uap panas masuk ke turbin dan turbin berputar poros turbin dihubungkan dengan generator yang menghasilkan listrik.

Dampak Nuklir pada Rakyat dan Lingkungan

Reaktor nuklir sangat membahayakan dan mengancam keselamatan jiwa manusia. Radiasi yang diakibatkan oleh reaktor nuklir ini ada dua. Pertama, radiasi langsung, yaitu radiasi yang terjadi bila radio aktif yang dipancarkan mengenai langsung kulit atau tubuh manusia. Kedua, radiasi tak langsung. Radiasi tak langsung adalah radiasi yang terjadi lewat makanan dan minuman yang tercemar zat radio aktif, baik melalui udara, air, maupun media lainnya.

 Keduanya, baik radiasi langsung maupun tidak langsung, akan mempengaruhi fungsi organ tubuh melalui sel-sel pembentukannya. Organ-organ tubuh yang sensitif akan dan menjadi rusak. Sel-sel tubuh bila tercemar radio aktif uraiannya sebagai berikut: terjadinya ionisasi akibat radiasi dapat merusak hubungan antara atom dengan molekul-molekul sel kehidupan, juga dapat mengubah kondisi atom itu sendiri, mengubah fungsi asli sel atau bahkan dapat membunuhnya. Pada prinsipnya, ada tiga akibat radiasi yang dapat berpengaruh pada sel. Pertama, sel akan mati. Kedua, terjadi penggandaan sel, pada akhirnya dapat menimbulkan kanker, dan ketiga, kerusakan dapat timbul pada sel telur atau testis, yang akan memulai proses bayi-bayi cacat. Selain itu, juga menimbulkan luka bakar dan peningkatan jumlah penderita kanker (thyroid dan cardiovascular) sebanyak 30-50% di Ukrania, radang pernapasan, dan terhambatnya saluran pernapasan, juga masalah psikologi dan stres yang diakibatkan dari kebocoran radiasi.

 Ada beberapa bahaya laten dari PLTN yang perlu dipertimbangkan. Pertama, kesalahan manusia (human error) yang bisa menyebabkan kebocoran, yang jangkauan radiasinya sangat luas dan berakibat fatal bagi lingkungan dan makhluk hidup. Kedua, salah satu yang dihasilkan oleh PLTN, yaitu Plutonium memiliki hulu ledak yang sangat dahsyat. Sebab Plutonium inilah, salah satu bahan baku pembuatan senjata nuklir. Kota Hiroshima hancur lebur hanya oleh 5 kg Plutonium. Ketiga, limbah yang dihasilkan (Uranium) bisa berpengaruh pada genetika. Di samping itu, tenaga nuklir memancarkan radiasi radio aktif yang sangat berbahaya bagi manusia.

 WALHI menyerukan agar pemerintah menghentikan rencana pembangunan PLTN di Indonesia, mengingat potensi dampak negatif yang begitu besar dan mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan hal yang sama.

Baca Artikel : 10 Negara Mempunyai PLTN Terbesar di dunia

10 Negara Termaju di Dunia

Keajaiban Sedekah

sedekah5

Kita awali dengan sebuah kisah keajaiban sedekah. Kisah yang menunjukkan bagaimana Allah sangat menghargai amal hamba. Tuhan Yang Maha Mendengar tidak akan menyia-nyiakan kebaikan makhluk yang Dia ciptakan. Tersebutlah seorang ibu solihah. Beliau memiliki seorang putra yang menjadi tulang punggung keluarga. Di rumahnya yang penuh keterbatasan, sang ibu menunggu kapan putranya pulang. Dia pergi melakukan safar yang jauh. Hingga sang ibu putus asa, sementara sisa makanan tinggal cukup beberapa hari.

Suatu hari sang ibu sedang bersiap untuk menyantap makan siangnya. Ketika beliau mengambil suapan pertama dan siap untuk dilahap, tiba-tiba di depan pintu ada pengemis yang meminta makanan. Beliaupun tidak jadi melanjutkan suapannya. Beliau menaruh suapannya dan menyerahkan satu porsi makanan itu ke pengemis. Sehari itu, sang ibu menahan lapar.

Ternyata selang beberapa hari, tibalah putranya yang lama dia nantikan. Mulailah dia bercerita tentang kejadian yang luar biasa kepada ibunya,

Ada kejadian luar biasa yang aku alami. Setelah beberapa hari saya melintasi jalur di daerah tertentu, tiba-tiba keluar seekor singa. Sehingga akupun memegang erat punggung keledai yang aku naiki. Namun singa itu menyerang keledai. Dan kuku singa itu telah mengoyak jaket yang aku bawa, baju dan jubahku. Ketika cakarnya menghantam badanku, saya tercengang dan hampir hilang ingatan. Singa inipun membawaku dan menyeretku ke belukar yang tidak jauh. Dia bersiap untuk mengoyakku.

Tiba-tiba saya melihat orang berbadan besar, wajah dan bajunya putih, datang dan langsung memegang singa tanpa senjata. Dia naik dan pergi menghilang.  Ketika itu, orang besar tadi mengatakan: ‘Berdirilah wahai singa, satu suapan dengan satu suapan.’ Singa itupun berdiri dan lari meninggalkanku.

Akupun mencari lelaki itu, dan aku tidak berhasil menemukannya. Saya duduk menenangkan diri di tempat itu dan kembali mengambil bekal makananku. Akupun memperhatikan badanku, ternyata tidak ada satupun yang terluka. Kulanjutkan perjalanan, hingga aku bisa menyusul rombongan. Mereka sangat terheran melihat kejadian yang kualami. Namun saya kebingungan, apa makna ‘satu suapan dengan satu suapan.’

Mendengar ini, sang ibu memahami. Karena kejadian itu bersamaan dengan peristiwa saat beliau memberikan sedekah makanan. Beliau tidak sempat menelan satu suap, dan diberikan kepada orang yang membutuhkan. Dengan itu, Allah selamatkan anaknya dari ‘suap’ singa.  [Kisah ini disebutkan oleh At-Tanuji dalam kitab: Al-Faraj ba’da As-Syiddah]

Sejuta Keajaiban Sedekah

Sedekah, mendengar namanya, orang sudah kenal keutamaannya. Sedekah berasal dari As-Shidq, artinya jujur. Seorang muslim yang bersedekah berarti dia membuktikan kejujurannya dalam beragama. Betapa tidak, harta yang merupakan bagian yang dia cintai dalam hidupnya, harus dia berikan ke pihak lain. Karena itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut sedekah sebagai ‘burhan’ (bukti). Dalam hadis dari Abu Malik Al-Asy’ari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالصَّلَاةُ نُورٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ

“Shalat adalah cahaya, sedekah merupakan bukti, sabar itu sinar panas, sementara Al-Quran bisa menjadi pembelamu atau sebaliknya, menjadi penuntutmu.” (HR. Muslim 223).

Sedekah disebut ‘burhan’ karena sedekah merupakan bukti kejujuran iman seseorang. Artinya, sedekah dan pemurah identik dengan sifat seorang mukmin, sebaliknya, kikir dan bakhil terhadap apa yang dimiliki identik dengan sifat orang munafik. Untuk itulah, setelah Allah menceritakan sifat orang munafik, Allah sambung dengan perintah agar orang yang beriman memperbanyak sedekah. Di surat Al-Munafiqun, Allah berfirman,

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

Infakkanlah sebagian dari apa yang Aku berikan kepada kalian, sebelum kematian mendatangi kalian, kemudian dia meng-iba: “Ya Rab, andai Engkau menunda ajalku sedikit saja, agar aku bisa bersedekah dan aku menjadi orang shaleh.” (QS. Al-Munafiqun: 10).

Untuk itulah, seorang hamba hanya akan mendapatkan hakekat kebaikan dengan bersedekah, memberikan apa yang dia cintai. Allah berfirman,لَن تَنَالُواْ الْبِرَّ حَتَّى تُنفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَ

“Kalian tidak akan mendapatkan kebaikan, sampai kalian infakkan apa yang kalian cintai.” (QS. Ali Imran: 92)

Hadis berbicara tentang keajaiban Sedekah

a. Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صدقة السر تطفىء غضب الرب

“Sedekah dengan rahasia bisa memadamkan murka Allah” (Shahih At-Targhib, 888)

b.  Dari Ka’b bin Ujrah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

والصدقة تطفىء الخطيئة كما يطفىء الماء النار

Sedekah bisa memadamkan dosa, sebagaimana air bisa memadamkan api. (Shahih At-Targhib, 866)

c. Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن الصدقة لتطفئ عن أهلها حر القبور وإنما يستظل المؤمن يوم القيامة في ظل صدقته

“Sesungguhnya sedekah akan memadamkan panas kubur bagi pelakunya. Sungguh pada hari kiamat, seorang mukmin akan berlindung di bawah naungan sedekahnya.” (Silsilah As-Shahihah, 3484).

Yazid – salah seorang perawi yang membawakan hadis ini – menceritakan: ‘Dulu si Martsad, setiap kali melakukan satu dosa di hari itu maka dia akan bersedekah dengan apa yang dia miliki, meskipun hanya dengan secuil kue atau bawang.’ (As-Silsilah As-Shahihah, 872).

d. Dari Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

داووا مرضاكم بالصدقة

“Obati orang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (Shahih At-Targhib, 744).

Ibnu Syaqiq menceritakan, bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Ibnul Mubarak – guru Imam Bukhari -: ‘Saya memiliki luka di lutut selama tujuh tahun, sudah coba diobati dengan berbagai macam cara, sudah konsultasi dokter dan tidak ada perubahan.’ Ibnul Mubarak menyarankan, ‘Buatlah sumur di daerah yang membutuhkan air. Saya berharap akan menghasilkan sumber air dan menyumbat darah yang keluar.’ Diapun melakukannya dan sembuh. (Shahih At-Targhib)

e. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ العِبَادُ فِيهِ، إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Setiap datang waktu pagi, ada dua malaikat yang turun dan keduanya berdoa. Malaikat pertama memohon kepada Allah, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang memberi nafkah’, sementara malaikat satunya berdoa, ‘Ya Allah, berikan kehancuran bagi orang yang pelit.’ (HR. Bukhari & Muslim).

f. Dari Al-Harits Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita tentang wasiat Nabi Yahya kepada bani israil. Salah satu isi wasiat itu, Nabi Yahya mengatakan,

وآمركم بالصدقة ومثل ذلك كمثل رجل أسره العدو فأوثقوا يده إلى عنقه وقربوه ليضربوا عنقه فجعل يقول هل لكم أن أفدي نفسي منكم وجعل يعطي القليل والكثير حتى فدى نفسه

Aku perintahkan kalian untuk banyak sedekah. Perumpamaan sedekah seperti orang orang yang ditawan oleh musuhnya dan tangannya diikat di lehernya. Ketika mereka hendak dipenggal kepalanya, dia bertanya: ‘Bolehkah aku tebus diriku sehingga tidak kalian bunuh.’ Kemudian dia memberikan yang dimiliki, sedikit atau banya, sampai dia berhasil menebus dirinya. (Shahih At-Targhib, 877).

Betapa luar biasanya pengaruh sedekah. Setiap dosa dan kesalahan yang dilakukan manusia merupakan ancaman baginya. Tumpukan dosa itu cepat atau lambat akan membinasakannya. Namun dia bisa selamat dari ancaman ini dengan memperbanyak sedekah, sampai dia bisa bebas dari neraka.

g. Sedekah sama sekali tida mengurangi harta

Itulah jaminan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Abu Hurairah meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Sedekah tidak akan mengurangi harta” (HR. Muslim)

h. Dari Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

ذكر لي أن الأعمال تباهي، فتقول الصدقة: أنا أفضلكم

“Diceritakan kepadaku bahwa semua amal akan saling dibanggakan. Kemudia amal sedekah mengatakan: ‘Saya yang paling utama diantara kalian'” (Shahih At-Targhib)

Hadis di atas hanya sebagian riwayat yang menunjukkan keajaiban Sedekah. Masih banyak riwayat lain yang menyebutkan keajaiban Sedekah. Mengingat demikian besar keutamaan ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammengizinkan umatnya untuk mengharapkan kenikmatan yang Allah berikan kepada dua jenis manusia, salah satunya adalah orang yang Allah beri harta, dan dia rajin bersedekah siang dan malam. (HR. Bukhari & Muslim).

 Sedekah yang Paling Utama

Sedekah dengan banyak keutamaan di atas, tentu saja nilainya bertingkat-tingkat sesuai keadaan ketika bersedekah. Berikut beberapa keadaan yang menyebabkan sedekah kita nilainya lebih utama dari pada sedekah normal,

Pertama, sedekah secara rahasia

Merahasiakan sedekah akan lebih mendekati ikhlas. Karena itulah nilainya lebih besar dibanding sedekah yang diketahui orang lain. Allah berfirman,

إِن تُبْدُواْ الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِىَ وَإِن تُخْفُوهَا وَتؤْتُوهَا الفُقَرَاءِ فَهُوَ خَيرٌ لَّكُمْ

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu..” (QS. Al-Baqarah: 271).

Kedua, sedekah ketika masih sehat, kuat, dan punya harapan hidup lebih lama

Dari Abu hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Sedekah seperti apakah yang paling besar pahalanya?’ beliau menjawab:

أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الفَقْرَ، وَتَأْمُلُ الغِنَى، وَلاَ تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الحُلْقُومَ، قُلْتَ لِفُلاَنٍ كَذَا، وَلِفُلاَنٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ

“Engkau bersedekah ketika kamu masih sehat, rakus dengan dunia, takut miskim, dan bercita-cita jadi orang kaya. Jangan tunda sedekah sampai ruh berada di tenggorokan, kemudian kamu mengatakan: ‘Untuk si A sekian, si B sekian, padahal sudah menjadi milik orang lain (melalui warisan).’ (HR. Bukhari & Muslim)

Pada saat sehat, muda, umumnya manusia masih sangat butuh harta, dan cinta harta dan kekayaan. Bersedekah pada kondisi tersebut akan membutuhkan perjuangan yang lebih besar untuk melawan nafsunya, dibandingkan sedekah yang dilakukan oleh orang yang tidak lagi punya harapan banyak dengan kehidupan dunia karena sudah tua.

Ketiga, sedekah yang diberikan setelah menunaikan kewajiban nafkah keluarga

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنًى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ

“Sebaik-baik sedekah adalah harta sisa selain jatah nafkah keluarga. Mulailah dari orang yang wajib kamu nafkahi.”(HR. Bukhari & Muslim)

Sedekah ini bernilai lebih baik, karena dilakukan tanpa menelantarkan kewajibannya. Mengingat kaidah baku dalam syariat, amal wajib lebih didahulukan dari pada amal sunah.

Keempat, sedekah pada saat krisis

Orang yang memiliki sedikit, namun dia berani bersedekah, menunjukkan keseriusan dia dalam beramal, disamping sikap istiqamah yang dia lakukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu dirham bisa mengalahkan seratus ribu dirham.” Para sahabat bertanya, ‘Bagaimana bia demikian’

كان لرجل درهمان تصدق بأحدهما، وانطلق رجل إلى عرض ماله، فأخذ منه مائة ألف درهم فتصدق بها

“Ada orang yang memiliki 2 dirham, kemudian dia sedekahkan satu dirham. Sementara itu ada orang yang memiliki banyak harta, kemudian dia mengambil seratus ribu dirham untuk sedekah.” (HR. Nasai dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

Kelima, nafkah untuk keluarga

Barangkali banyak kepala keluarga yang belum terbayang, ternyata nafkah yang kita berikan kepada kelurga sejatinya bisa bernilai pahala. Dengan syarat, dilakukan dalam rangka mengharap pahala Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الرجل إذا أنفق النفقة على أهله يحتسبها كانت له صدقة

“Seseorang yang memberikan nafkah kepada keluarganya dengan mengharap pahala dr Allah maka itu bernilai sedekah.” (HR. Bukhari & Muslim)

Bahkan nafkah keluarga yang diniatkan utk beribadah kepada Allah, nilainya lebih besar dibandingkan yang disumbangkan untuk orang miskin. Karena nafkah keluarga hukumnya wajib. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

أربعة دنانير: دينار أعطيته مسكيناً، ودينار أعطيته في رقبةٍ، ودينار أنفقته في سبيل الله، ودينار أنفقته على أهلك، أفضلها الدينار الذي أنفقته على أهلك

Ada 4 dinar: satu dinar kau berikan ke orang miskin, satu dinar kau sumbangkan untuk pembebasan budak, satu dinar untuk jihad fi sabililllah, dan satu dinar yang kau jadikan nafkah untuk keluarga, yang paling utama adalah satu dinar yang kau nafkahkan untuk keluarga. (HR. Muslim)

Keenam, sedekah kepada kerabat

Sedekah ini lebih utama karena nilainya ganda: sedekah sekaligus mempererat silatur rahim. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصدقة على المسكين صدقة، وهي على ذي الرحم اثنتان صدقة وصلة

Sedekah kepada orang miskin nilainya hanya sedekah. Sedekah kepada kerabat nilainya dua: sedekah dan menyambung silaturrahim. (HR. Ahmad, Nasai, Turmudzi dan Ibnu Majah).