Kekuatan Doa

Aku-memohon-kepadamu-Ya-Allah-perkenankanlah-doaku-ini..Amin-Ya-Rabbal-AlaminBerdo’a merupakan salah satu  kewajiban kita sebagai makhluk Allah, Allah SWT

memerintahkan kepada kita untuk berdo’a kepada-Nya, sebagaimana termaktub dalam   surat

Al-Mu’min ayat 60,

Dan Tuhanmu berfirman:  “Berdo ‘alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari  menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.                                       (QS. Al-Mu’min : 60)

Karena do’a  itu merupakan ibadah dan hukumnya wajib, tentu saja  dalam  berdo’a, sudah seharusnya kita tujukan kepada Allah semata.Allah berfirman,   Dan Tuhanmu berfirman:  “Berd o ‘alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari  menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

(QS. Al-Mu’min : 60)

Apapun  dan siapaun yang dimintai do’a  dari selain  Allah, tidak akan  memberikan manfa’at dan madharat Jika kita berdo’a kepada selain  Allah. Makanya Allah mengingatkan kita, Katakanlah: “Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah,  maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya”.

(QS.AI-Isra:  56). Dalam ayat lain Allah menyebutkan,

“Dan  berhala-berhala yang kamu seru selain Allah  tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri. ”

(QS.AI-A ‘raJ:  197)

Sementara itu Rasulullah saw,  pernah memohon kepada Allah, agar  kuburan beliau tidak dijadikan  berhalayang disembah oleh umatnya, dengan bersujus, meminta, dan berdo’a di atas kuburan.

Dari ‘Atha bin Yasar, bahwa Rasulullah saw berdo’a : Ya Allah  janglah Engkau jadikan

:.kuburan hamba sebagai berhala yang disembah. Betapa besar amarah Allah  kepada

kaum yang menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai tempat sujud.

(HR. Malik) Manfa’at  Do ‘a :

Dari Muadz  ra dari Rasulullah saw : Tidaklah bermanJaat kehati-hatian atas takdir, tetapi do’a bermanfaat atas ha/-ha/ yang sudah terjadi dan yang belum terjadi, maka hendaklah kamu berdo’a wahai hamba-hamba Allah.                                                                  (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)

Jikalau  kita ingi dijauhkan dari bencana, adazb,musibah, perbanyaklah do’a

Lalu kenapa indonesia yang banyak berdzikir, tapi di Indonesia masih  terdapat bahkan semakin banyak terjadi musibah. Untuk menjawab kenapanya, akan  sulit untuk mencari jawabannya. Tetapi kita harus meyakini  jaminan  dari Allah bahwa setiap do’a  pasti diijabah. Namun  kemungkinan dikabulkannya do’a  itu ada  tiga, yaitu:

Kemungkinan pertama, dipenuhi  sekarang, jika minta kekayaan  kedua ditangguhkan di akhirat,  ketiga allah tidak memeberikan apa  yang dia minta, tapi dengan permohonnannya tersebut Allah memberikannya kifarat  (pengampunan) atas dosa-dosanya.

Dari Zaed  bin Aslam ra bahwa Nabi saw bersabda : Tidak  ada seorang yang berdo ‘a kecuali ada di antara tiga  (kemnungkinan) : Apakah diijabah seperti yang ia minta, al ditangguhkan nanti di akhirat, atau diampuni dosa-dosanya. “

(HR. Imam Malik)

doaku.jpg_480_480_0_64000_0_1_0Amalan yang mendukung terkabulnya doa,

1.           Do’a  akan dikabulkan  , jika tidak tergesa-gesa, yang dimaksud dengan tergesa-gesa disini, bukanlah membaca do’a  dengan cepat-cepat, tetapi  sikap mengeluh karena merasa do’anya tidak dikabul, atau   mendesak Allah agar  do’anya segera dikabulkan, Dari Abi Hurairah  ra bahwa Rasulullah saw bersabda : Do ‘a salah seorang di antara ka1 akan diijabah  selama tidak terburu-buru. Dia berkata aku sudah berdo  ‘a, tapi tidak diijab juga. (HR.Al-Bukhari)

2.           optimis do’a tersebut akan dikabul,   Rasulullah Saw  bersabda, Berdo ‘alah kamu kepada Allah  dengan keyakinan akan diijabah. Ketahulah bahwa Allah  tidak akan mengijabah do’a dari   hati  yang lalai.

(HR.At- Tirmidzi

jika kita mengannggap bahwa do’a  kita tidak mungkin dikabulkan oleh Allah, karena merasa banyak dosa misalnya, maka  pasti do’anya tersebut tidak akan  dikabul. Dalam hadits  berikut ini disebutkan:

Dari Abi Hurairah  ra berkata, bersabda Rasulullah saw bahwa Allah Azza wa Jalla berfirman  :

Aku tergantung sangkaan hamba, dan Aku bersamanya ketika ia berdzikir kepada-Ku.

Jika ia mengingat Aku, maka Aku mengingatnya dalam Dzat-Ku. Jika mengingat-Ku dalam sekumpulan, maka Aku mengingatnya dalam kumpulan itu. Mere.  lebih baik  dari mereka. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal, aku  mendekat kepadannya satu hasta. Jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta, Aku mendekat kepadanya satu depa. Jika, ia mendatangi Aku dengan jalan kaki,  Aku datangi dia dengan berlari.

(HR. Muslim)

Semakin kita mendekatkan diri kepada Allah, maka  Allah akan  lebih dekat  kepada kita. Kedua hadits  di atas, mengingatkan kita untuk selalu  optimis bahwa suatu waktu do’a  kita pasti akan dikabul oleh Allah.

3.           rendah hati,     semangat untuk dikabul, tidak dengan suara keras-keras

Berdo ‘alah  kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.  Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu  membuat kerusakan di muka  bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo  ‘alah  kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan  diterima) dan harapan (akan  dikabulkan). Sesungguhnya  rahmat Allah amat  dekat  kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS.AI-A ‘raj: 55-56)

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.                                          (QS.AI-A ‘raj: 205)

Dari Abi Musa  ra berkata: Aku bersama Nabi saw dalam  sebuah peperangan, Tidaklah kami mendaki sebuah bukit, dan tidak menaiki  sebuah bukit, dan tidak menuruni lembah kecuali kami mengeraskan suara dengan takbir. Rasulullah saw lantas mendekati kami dan bersabda : Hai manusia peliharalah diri kamu, sesungguhnya kamu tidaklah berdo’a kepada yang tuli dan yang ghaib, tiada lain  kamu berdo’a kepada Yang  Maha  Mendengar dan Maha

Melihat. Lantas beliau bersabda : Hai Abdullah bin Qais maukah aku  ajarkan kepada kamu sebuah kalimat, dimana kalimat itu termasuk simpanan surga, Laa  haula wa la quwwata illa billahi.

(HR. AI-Bukhari)

Dari Ibnu Abbas  ra memberitaukan bahwa mengeraskan suara dzikir ketika manusia selesai dari shalat wajib pernah dilakukan  di zaman Nabi saw.  Dan Ibnu Abbas  berkata:

Sesungguhnya aku mengetahui ketika mereka selesai dari itu, dan aku mendengarnya. (HR.Al-Bukhari)

4.           beramal shaleh

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka  (jawabla,  bahwasanya Aku adalah dekat.  Aku mengabulkan permohonan orang  yang berdo  ‘a apab. ia memohonkepada-Ku, maka  hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku d hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar  mereka selalu  berada dalam  kebenart. (Q8.Al-Baqarah : 186)

5.           berbakti kepada orang tua

6.           tidak makan minum yang haram

Dari Ibnu Abbas  ra berkata: Aku membaca ayat ini. Kemudian Nabi saw bersabda :  manusia makanlah oleh kalian dari apa-apa yang ada  di bumi ini yang halal dan ba Kemudian Sa ‘ad bin Abi Waqash berkata : Ya Rasulallah do ‘akanlah hamba agar  menjadi,  orang  yang do ‘anya dikabul. Nabi saw menjawab : Hai Sa ‘ad apiklah kamu  dalam   makan, kamu  akan  menjadi menusia yang do ‘anya  dikabul.  Demi  diri Muhammad yang a pada kekuasan-Nya, sesungguhnya seseorang yang memasukkan sesuap makanan ya haram ke dalam mulutnya, maka tidak akan dikabul darinya selama 40 hari. Dan bara siapa yang tubuhnya tumbuh dari  menipu dan riba, maka neraka yang paling pan! baginya.

(HR.Ath-Thabrani- AI-Mu ‘jamul Ausat VI:311)