22 Tokoh Otodidak Sejati

Siapa bilang mengubah dunia itu harus sekolah tinggi, harus jenius, harus punya segalanya.   Sahabat-sahabat-ku,   kali  ini saya akan membagi  cerita  mengenai  22 tokoh  otodidak  sejati  yang bisa  menjadi pribadi yang sukses dan bermanfaat bagi banyak orang. Semoga dengan membaca artikel tokoh yang belajar otodidak ini bisa menambah motivasi dan wawasan  Anda. SalamSukses

Otodidak,   hmm..  menarik   ya…  Banyak orang yang gagal  terutama dalam kariernya karena putus sekolah, tidak tamat  kuliah, nggak  menerima ijazah dan  lain sebagainya. Tapi kali ini, Anda akan saya buat terkagum-kagum dengan 22  tokoh luar biasa yang mampu  membuktikan  bahwa  untuk sukses  dan  menguah  dunia tidak harus dengan belajar di sekolah (akademi). 22 tokoh ini adalah tokoh yang sukses karena kegigihannya belajar sendiri (otodidak). Check this out…

 get_image41. Maya Angelou, Punya Segudang Gelar Tapi Tak Lulus Kuliah

 

 Maya   Angelou   adalah   seorang  penyair,   aktris, pemain drama, produser film  dan juga aktivis hak- hak  sipil.  Beliau  juga  seorang penulis,  beberapa buku karyanya  menjadi  best seller  di  antarnya, I Know  Why the Caged Bird Sings. Namun, Maya bukanlah   lulusan    universitas    ternama,   bahkan Beliau tidak  lulus college-nya.  Maya mendapatkan sejumlah gelar Doktor Honoris Causa dari berbagai perguruan tinggi  karena kemauan belajarnya  yang begitu keras.  Luar biasa dan salut untuk Beliau..

 

avedon2. Richard Avedon, Maestronya Fotografi

 Wow..    ini   adalah   salah   satu  fotografer terkenal yang pernah ada di  dunia ini. Namanya sudah begitu terkenal. Namun taukah Anda jika Beliau juga belajar secara otodidak   dan  merupakan  DO   dari universitas. Begini ceritanya.

 Setelah lulus SMA, Richard Avedon melanjutkan kuliah di  Columbia University. Namun  nggak  tamat  karena  Beliau  lebih sibuk dengan hobi fotografinya. Ia belajar secara otodidak menggunakan kamera peninggalan ayahnya. Tak lama, ia menjadi

seorang fotografer  profesional  yang menghasilkan  banyak karya. Tahun 1944,  ia  sudah menjadi  fotografer  biro  iklan. Namanya  makin  terkenal setelah ia menjadi fotografer fashion di  majalah Harper’s Bazaar. Yang menarik dari fotografer ini adalah teknik yang digunakannya yang unik. Di kalangan fotografer “sekolahan”,

teknik yang digunakan oleh Richard dianggap “kontroversial’. Namun banyak juga yang suka dengan teknik dan hasil karya dari maestro ini, bahkan  teknik yang  digunakan  oleh  Richard  dianggap  sebagai  teknik modern.  Tapi yang  pasti,  Richard  Avedon menjadi  makin terkenal  dan menjadi disegani oleh para fotografer kreatif .

 Carl+Bernstein+2011+New+York+Historical+Society+xeWY4b4NMbQl3. Carl Bernstein… Jebolan Universitas Yang Melengserkan Presiden

 Yang   satu  ini   luar   biasa   sekali,   seorang wartawan  yang  mampu  melengserkan Presiden AS. Hasil investigasi wartawan Washington  Post  ini   sangat   mengesankan. Salah  satunya adalah  berhasil  membongkar skandal yang bernama “Watergate”. Yup,,, skandal yang mampu menghebohkan dunia itu sangat  fenomenal   hingga  mampu melengserkan Presiden Amerika saat itu, Richard   Nixon.    Banyak  penghargaan   yang diarih oleh lagenda wartawan ini,  antara lain: Pulitzer   (katanya  award   paling   bergengsi untuk jurnalis,  jadi pingin nihh…  ).  Namun yang pasti,  Berstein  sebenarnya tak sempat menyelesaikan  kuliahnya di  University Of Maryland.  Karier  hebat nya ia bangun secara otodidak. Sedikit info  nih,  kisah hidup Carl Bernstein juga sudah  difilmkan, yaitu tentang  keberhasilannya mengungkap skandal Watergate, yup.. apalagi kalau bukan film All the President Men.

 esq-ray-bradbury-1966-lg4. Ray Bradbury: Belajar dari Membaca

 Ia  hanya lulusan  SMA,  namun karyanya sangat fenomenal. Bradbury juga merupakan sastrawan modern dengan karya fiksi ilmiah yang sangat fenomenal. Karya  Beliau yang  saya  ketahui  antara lain: Martian  Chronicles,  The Illustrated Man,   dan   Fahrenheit   451    (451,  kaya formasi   bola…   ).   Ia   dilahirkan   dari seorang ibu  imigran Swedia dan ayahnya seorang tukang listrik dan telepon. Sejak kecil, Ray kecil suka pergi dan tentunya membaca    di      perpustakaan.    Namun karena masalah  ekonomi,  ia  tidak  bisa melanjutkan sekolah setelah lulus SMA. Saat ittu, Beliau adalah pedagang koran.  Usai   mengantar  koran,  Beliau  selalu   ke  perpustakaan  untuk membaca. Berikut adalah statement Ray yang membuat saya terharu dan menangis tersedu-sedu..       (lebay,,,,      hahahaha…).    “Perpustakaanlah     yang mengangkat saya”. Dari perpustakaan jugalah, lahir karya-karya awalnya, cerpen, novel yang menjadi langkah awal kariernya sebagai penulis. Saat ini,  beliau menjadi salah satu sastrawan AS  terkenal dengan segudang penghargaan, salah satunya  National Medal of  Art yang diberikan pada tahun 2004 oleh Presiden Goerge Bush.

 arthur_c_clarke_372x4955. Arthur C. Clarke… Belajar dari Majalah

 Penulis kelahiran Inggris ini dikenal sebagai maestro fiksi ilmiah. Di antara karya   terkenalnya   adalah   2001:   A Space Odyssey yang diterbitkan pada tahun  1968 sudah  difilmkan. Hal menarik   dari   Arthur   adalah   novel- novel karyanya yang beraliran dan dipenuhi  oleh  cerita-cerita  sains. Namun jangan berspekulasi dulu.  Penulis     yang   satu    ini     bukanlah ilmuwan  lulusan   universitas   terkenal,   ia   hanya  seorang  yang  punya kemauan belajar  yang besar. Jangankan lulusan  universitas,  masuk pun tak mampu karena kendala  biaya.   Kariernya diawali dari bekerja seagai auditor                   di                   sebuah               lembaga                   pensiun. Ketertarikannya pada Sains dimulai sejak SD. Ia menyerap ilmu sains dari majalah-majalah  yang ia  baca.  Dari hanya baca  majalah,  Arthur mampu menjadi seorang yang memiliki kemampuan  yang luar biasa. Ilmunya pun banyak hingga mampu bekerja di Royal Air Force sebagai spesialis radar dan terlibat dalam pengembangan sistem radar Inggris. Dari hal inilah ia belajar menjadi penulis fiksi ilmiah.. SUPER>>

 220px-Dts_news_bill_gates_wikipedia6. Bill Gates Pendiri Microsoft tak Lulus Hardvard

 Siapa sih yang nggak kenal Bill Gates,  pemakain  komputer  mana sih yang nggak pernah mendengar Microsoft. Yup…  Micorsoft sudah sangat fenomenal dan menjadi bagian dari keseharian manusia. Sebagian besar sistem operasi komputer saat  ini   adalah  buatan Microsoft. Namun taukah Anda jika Bill  Gates, sang  pendiri  kerajaan Microsoft tak lulus kuliah?

 Bill  mengenal  komputer pada  umur 13  tahun (1968) saat  ia  sekolah di Lakeside School. Dan dengan cepat menguasai program basic. Makin hari ia makin tertarik dengan membuat program hingga akhirnya pada 1976, ia bersama Paul Allen dan teman-teman lainnya mendirikan Microsoft. Yup… kini  Bill Gates menjadi  lagenda  komputer dunia dan juga  sebagai  salah satu orang terkaya yang pernah ada di muka bumi. Luar Biasaa….

walt-disney 7. Walt Disney

 Penggemar Disney mana  yang nggak  kenal dengan  Walt Disney. Dunia sudah  sangat mengenal  siapa  tokoh yang satu  ini.   Tap, masih  banyak  juga  yang  belum  tau pendidikan dari pria pendiri Disney ini.  Walt Disney      ternyata       tak       tamat       SMA.

 Sejak kecil, Walt sudah  menunjukkan  bakat menggambarnya, bahkan ia sudah bisa menjual sketsa gambarnya ke tetangga. Walt

tak  tamat  SMA  karena  ia  memilih  bekerja  di   Palang  Merah  dengan mencatut umur pada Perang  Dunia I,  Walt tau  betul  bagaimana  meningkatkan skill menggambarnya. Ia kerja di  siang hari dan kursus di  malam hari. Dari hobinya itu, Walt bercita-cita menjadi seorang kartunis. Tapi tak mudah, ia juga sempat dipecat dari tempatnya bekerja. Namun yang menarik adalah kemampuannya            dalam               belajar               dari               kesalahan. “Kemanapun saya pergi, saya selalu memikirkan  kenapa kesalahan itu terjadi,  dan  bagaimana  memperbaikinya.” Kalimat  itulah  yang menunjukan bahwa kita harus meneladani Walt Disney dalam mengatasi dan kesalahan. Berkat prinsip itulah, Walt Disney mampu menjadi seorang  entertainer dunia yang sangat terkenal.

 8. Art Buchwald

Terus Kuliah Meski Tak Punya Hak Dapat Ijazah

 Ia adalah seorang  kolumnis jempolan dan orang yang humoris. Karya-karya tulisnya sering dilihat dan bisa di baca di  Washington Post di  mana ia sering menulis satir politik. Berkat  karyanya itu, ia berhasil memperoleh hadiah Pulitzer pada tahun 1982 dan 1986. Art adalah seorang anak keturunan Yahudi Austria-Hungaria.        Ayahnya sebenarnya punya bisnis gorden di keluarganya.        Sayangnya,      terjadi

kebangkrutan  ketika   resesi   melanda   Amerika  Serikat.   Akibatnya,  Art

Buchwald  dititipkan  di  tempat penampungan anak. Beruntung, setelah kondisi ekonomi membaik ia kembali ke keluarganya. Sosok yang luar biasa ini ternyata tak sampai tamat SMA karena ia keluar dari  sekolah  untuk bergabung  dengan  Angkatan  Laut  Amerika  untuk menghadapi  Perang  Dunia II. Ia  masuk marinir  dengan mencatut umur, dan ia ditugaskan di Lautan Pasifik sebagai teknisi sayap pesawat tempur AS. Pulang ke AS ia lanjut ke perguruan tinggi. Sebenarnya ia tidak masuk kuliah karena tidak tamat SMA. Namun pihak kampus mengijinkan dengan syarat tak bisa menerima ijazah. Di kampus ia meniti karier dan aktif di kooran kampus hingga mampu membuatnya terkenal. Hingga saat ini, At telah menulis di sekitar 500  surat kabar. Luar biasa…

 

9. James Cameron

 Penggemar  film   mana  yang  tak kenal yang satu ini.  Yup..James Cameron, sutradara  kelahiran Kanada  ini   selalu   berhasil membuat  filmnya “meledak”  di pasar  dunia. Film-filmnya  sangat luar    biasa    dan   masuk   dalam jajaran  terbaik  yang pernah  ada. Sebut   saja    Titanic   (1997)   dan Avatar (2009).

Mungkin  banyak   yang  mengira  kalau  James  Cameron adalah  seorang yang kuliah di  jurusan teknloggi film.  Namun ia kuliah justru di  jurusan psikologi. Ia kuliah di Fullerton College jurusan psikologi. Namun ia justru lebih banyak ke  perpustakaan di University Of Southern  California. Jelas ia membaca lebih banyak tentang ilmu untuk industri film.  Namun, James tidak langsung terjun ke dunia film.

Ia  lebih  dulu di  drop out   dari  universitasnya,  lalu  ia  kerja  serabutan. Bahkan pernah  juga  jadi  supir  truk.  Lama kelamaan  mintanya  muncul untuk terjun ke dunia film.

 Tahun 1977 ia terpanggil untuk membuat film fiksi ilmiah. Dalam 10  menit ia berhasil menulis naskah film berjudul Xenogenesis. Untuk membuat film itu  ia  mengumpulkan  uang,  lalu  menyewa  kamera,   lensa  dan  studio. Karena baru  pertama  kali  menggunakan alat-alat  itu,  ia  masih  belum mampu  menggunakannya.  Setelah  belajar  secara otodidak  dan  terus menerus akhirnya tahun 1978 film dengan durasi 12 menit itu jadi. Ia berniat meningkatkan ilmu filmnya, namun ia tidak kuliah di jurusan film. Ia  langsung  belajar  pada  ahlinya  dan segera  mempratekannya. Hasil belajar otodidaknya bisa kita lihat sekarang. Film seperti Rambo, Avatar, Titanic, Piranha adalah sederet film hasil karya James Cameron.

 10. Lawrence Ellison

Pendiri Oracle Juga Dropp Out Universitas

 Siapa   sangka  bahwa  Lawrence  Ellison, sang     pendiri      perusahaan     software terbesar  kedua di  dunia  adalah  seorang drop out  dari college. Sama halnya dengan pengusaha TI terkenal  lainnya,  Lawrence juga drop out, tepatnya pada tahun kedua kuliahnya.

DO dari universitas ia berkarier di  bidang ahli data system.  Tahun 1977 ia mendirika Oracle   karena  terinspirasi   dari   sebuah paper karya Edgar F.  Codd yang berjudul

‘Relational Model of Data for  Large Shared

Data Banks.”

Hingga kini, Lawrence adalah salah satu pengusaha TI papan atas dunia.

11. Agatha Christie (Agatha Miller)

 Agatha Christie adalah seorang penulis novel misteri papan atas dunia. Ia dijuluki Queen of Crime  atau Master  of The Mystery Novel. Jumlah  novel yang ditulisnya ada 80 dan 30 diantaranya diangkat ke film.  Anda  tahu  dimanakah  Agatha belajar hingga mampu menjadi penulis yang begitu kreatif dan produktif? Ternyata Agatha hanya belajar   di   rumah.  Ia   punya  dua kaka yang berkesempatan  sekolah formal, namun ibunya memutuskan Agatha        belajar        di        rumah. Di usia 5 tahun Agatha sudah bisa membaca (sama kaya saya..  ).   Di usia 8 tahun barulah Agatha belajar dengan tutor/pendamping di rumahnya. Saat Perang Dunia I, Agatha bekerja sebagai perawat. Setelah menjadi perawat, ia bekerja di apotek. Dengan bekerja di apotek, ia banya mengenal  soal  racun yang kemudian  menjadi  modalnya  dalam menulis novel misteri.   Novel pertamanya lahir setelah Agatha menerima  tantangan dari kakaknya untuk menulis novel. Novel pertamanya berjudul The Mysterious  Affair at Styles.  Sejak  saat  itu, Agatha  mulai aktif dalam dunia  penulisan  novel.  Berikut   adalah   hasil  karya  Agtha  yang  sudah terkenal di dunia: 1920  The  Mysterious   Affair at  Styles   (buku  pertamanya,  yang memperkenalkan Hercule Poirot) – Pembunuhan di Styles 1922   The   Secret    Adversary    (memperkenalkan    Tommy   and Tuppence) – Musuh Dalam Selimut  1923 Murder on the Links – Lapangan Golf Maut 1924 The Man in the Brown Suit – Pria Bersetelan Cokelat  1924 Poirot Investigates – Poirot Menyelidiki  1925 The Secret of Chimneys – Rahasia Chimneys 1926  The  Murder  of  Roger  Ackroyd –  Pembunuhan atas  Roger /Ackroyd 1927 The Big Four – Empat Besar

1928 The Mystery of the Blue Train – Misteri Kereta Api Biru

1929 Partners in Crime – Pasangan Detektif

1929 The Seven Dials Mystery – Misteri Tujuh  Lonceng

1930 The Murder at the Vicarage (memperkenalkan Jane Marple) – Pembunuhan di Wisma Pendeta

1930 The Mysterious  Mr  Quin  (memperkenalkan  Mr  Harley Quin)  – Mr Quin yang Misterius

1931 The Sittaford Mystery – Misteri Sittaford

1932 Peril at End  House – Hotel Majestic

1933 The Hound of Death – Anjing  Kematian

1933 The Thirteen Problems – Tiga Belas Kasus

1933 Lord Edgware Dies – Matinya Lord Edgware

1934 Murder  on  the Orient  Express – Pembunuhan di  Atas  Orient

Express

1934 Parker Pyne investigates – Parker Pyne Menyelidiki

1934 The Listerdale Mystery – Misteri Listerdale

1935 Three Act Tragedy – Tragedi Tiga Babak

1935 Why Didn’t They Ask Evans? – Pembunuh di Balik Kabut

1935 Death in the Clouds (pertama  kali terbit dengan judul  Death in the Air) – Maut di Udara

1936 The A.B.C.  Murders – Pembunuhan ABC

1936 Murder in Mesopotamia – Pembunuhan di Mesopotamia

1936 Cards on the Table – Kartu-Kartu di Meja

1937 Death on the Nile – Pembunuhan di Sungai Nil

1937 Dumb Witness – Saksi Bisu

1937 Murder in the Mews – Pembunuhan di Lorong

1938 Appointment with Death – Perjanjian dengan Maut

1939 Ten Little Niggers  (juga  terbit  dengan judul  And  Then There

Were None, Ten Little Indians) – Sepuluh Anak Negro

1939 Murder is Easy – Membunuh Itu Gampang

1939 Hercule Poirot’s Christmas – Pembunuhan di Malam Natal

1941 Evil Under the Sun – Pembunuhan di Teluk Pixy

1941 N or M? – N atau M?

1941  One,  Two,   Buckle   My  Shoe  –  Satu,  Dua, Pasang  Gesper

Sepatunya

1942 The Body in the Library – Mayat dalam Perpustakaan

1942 Five Little Pigs (juga terbit dengan judul  Murder in Retrospect)

– Mengungkit Pembunuhan

1942 The Moving  Finger – Pena Beracun

1944 Towards Zero – Menuju Titik Nol

1944 Sparkling Cyanide – Kenangan Kematian

1945 Death Comes as the End  – Ledakan Dendam

1946 The Hollow  – Rumah Gema

1947 The Labours of Hercules – Tugas-tugas Hercules

1948 There is a Tide (juga terbit dengan judul  Taken at the Flood) – Mengail di Air Keruh

1949 Crooked House – Buku Catatan Josephine

1950 A Murder is Announced – Iklan Pembunuhan

1951 They Came to Baghdad – Mereka Datang ke Bagdad

1952 Mrs McGinty’s Dead – Mrs McGinty Sudah Mati

1953 A Pocket Full of Rye – Misteri Burung Hitam

1953 After the Funeral (juga terbit dengan judul  Funerals are Fatal)

– Setelah Pemakaman

1955  Hickory  Dickory  Dock  (juga   terbit   dengan  judul    Hickory

Dickory Death) – Pembunuhan di Pondokan Mahasiswa

1955 Destination Unknown – Menuju Negeri Antah Berantah

1956 Dead Man’s Folly – Kubur Berkubah

1957  4.50  from Paddington  (juga  terbit  dengan judul   What Mrs. McGillycuddy Saw!) – Kereta 4.50 dari Paddington

1957 Ordeal by Innocence – Mata Rantai yang Hilang

1959 Cat Among the Pigeons – Kucing di Tengah Burung Dara

1960 The Adventure of the Christmas Pudding – Skandal Perjamuan

Natal

1961 The Pale Horse

1962 The Mirror Crack’d from Side to Side – Dan Cermin Pun Retak

1963 The Clocks – Mayat Misterius

1964 A Caribbean Mystery – Misteri Karibia

1965 At Bertram’s Hotel – Hotel Bertram

1966 Third Girl – Gadis Ketiga

1967 Endless Night – Malam Tanpa Akhir

1968 By the Pricking of My Thumbs – Rumah di Tepi Kanal

1969 Hallowe’en Party – Pesta Halloween

1970 Passenger to Frankfurt – Penumpang ke Frankfurt

1971 Nemesis – Nemesis

1972 Elephants Can Remember – Gajah Selalu Ingat

1973 Postern of  Fate (kisah  terakhir Tommy and Tuppence, novel terakhir Christie) – Gerbang Nasib

1974 Poirot’s Early Cases – Kasus-Kasus Perdana Poirot

1975   Curtain    (kasus    terakhir    Poirot,   ditulis   empat    dekade sebelumnya) – Tirai

1976 Sleeping  Murder  (kasus terakhir Miss Marple,  ditulis empat dekade sebelumnya) – Pembunuhan Terpendam

1979 Miss Marple’s Final Cases – Kasus-Kasus Terakhir Miss Marple

1991 Problem at Pollensa Bay – Masalah di Teluk Pollensa

1997 While the Light Lasts – Saat Hari Terang

 

Agatha  meninggal  dunia pada usia  86  tahun tepatnya pada 12  Januari

1976.

 

12. Ray Kroc

Siapa yang tak tau restoran cepat saji Mc Donald’s? Bicara soal McD… saya punya cerita singkat mengenai Ray Kroc.

Ray Kroc adalah salah satu tokoh sukses dunia yang  belajar  secara  otodidak  dan  dilakukan pada  usia   yang  sudah   tidak   muda.  Ketika usianya masih muda, Ray mencatut  umur agar bisa  ikut  dalam  Perang  Dunia II  sehingga  ia mengorbankan   sekolahnya.   Setelah    perang usai,  ia  kembali  dan bekerja  sebagai  salesman  cangkir  kertas. Berkat profesinya ia bisa bekeliling negeri.

Page 8

 

Suatu  saat  ia   menyadari  bahwa  pelanggannya   adalah  para  pemilik restoran di California, salah satu Mc Donald’s. Ray melakukan pendekatan kepada McDonald’s supaya ia bisa mendirikan cabang McDonald’s. Meskipun usianya sudah 52  tahun, ia tetap belajar bagaimana mengelola restoran  agar  unik    dan  laku.   Akhirnya  setelah   ia   sukses  dengan restorannya, ia berhasil merayu McDonald’s untuk menjual restorannya kepada   Ray.  Setelah  itu  McDonald’s  merambah  dunia  dengan  siste franchise.

13.   Kirk Kerkorian

Kirk adalah salah satu orang terkaya di dunia saat ini. Namun taukah Anda bila Kirk adalah seorang drop out   dari sekolah saat SMA.  Ia juga pernah menjadi petinju dan mampu juara Pasifik.

Suatu hari  Kirk bertemu seorang pengusaha

yang sedang  belajar  menjadi  pilot.  Mereka kenal  hingga  akhirnya  Kirk tertarik  belajar menjadi pilot. Ia pun belajar menjadi pilot dari seorang pilot  pesawat terbang kecil di AS.

 

Sebagai  bayarannya,  Kirk  betugas  mengurus peternakan  sang  pilot. Suatu saat British Royal Air Force baru membeli pesawat dari Kanada dan berencana  mengangkutnya dengan ferry.  Kirk pun  mencoba  memberi konsep supaya pesawat tersebut  dapat diterbangkan  dari  Kanada ke Inggris tanpa perlu menggunakan ferry.

Kirk melamar menjadi pilotnya dengan  bayaran  US$1.000 sekali terbang. Dengan konsep dan teorinya ia diterima dan berhasil menerbangkan 33 pesawat  selama  2,   5  tahun.  Ia  pun  bekerja  sebagai  pilot  di  sebuah perusahaan penerbangan. Posisi  sebagai  pilot  membuatnya berkenalan dan menjadi bagian dari Las Vegas sebagai penjudi. Namun setelah tiga tahun, ia menemukan ide bisnis.

Ia  pun  mulai memanfaatkan para  penjudi  sebagai  pelanggan  pesawat yang ia sewa. Dari sinilah ia mulai merintis usaha dan mampu mengembangkan  perusahaannya  hingga mamu menjadi  salah  seorang terkaya di dunia.  Modal Kirk adalah cepat belajar dari perkembangan dan keberanian mengambil risiko. Sukses… keren.. ^_^

 

 

 

14. Woody Allen

Penggemar Hollywood pasti tau tokoh yang satu  ini.   Banyak  profesi  yang  telah dijalaninya,   aktor,  sutradara,  penulis, pelawak, karikaturis, dan masih banyak lagi.

Masa kecil Woody kurang bahagia dan tidak berbeda dengan anak lainnya. Namun ia adalah  anak yang periang  dan pandai membuat lelucon,  bahkan ketika  masih sekolah   ia    pernah   menjual    leluconnya kepada  seseorang  yang  kemudian menjualnya ke sejumlah penulis kolom.

 

Woddy kuliah di jurusan film, namun tak betah. Ia masuk lagi ke perguruan tinggi lain, namun juga gagal karena tak serius. Akhirnya ia pun berkarier di dunia entertainer di Hollywood.

Page 9

 

Profesi yang dijalani oleh Woody sudah sangat banyak. Selain pintar main sulap, humoris, karikaturis, pelawak, penulis skenario, aktor, sutradara, dan  juga   produser.   Namun yang  harus  diketahui   bahwa  semuanya dipelajari secara otodidak.

15.  Frederick Douglass

Frederick adalah seorang  tokoh fenomenal yang  cukup  terkenal.   Ia   adalah   seorang budak yang dilarang sekolah. Layaknya pahlawan  dan  tokoh  dunia  lainnya  ia  tak pernah menyerah untuk belajar. Ia mulai belajar membaca dari seorang aktivis, lalu ia belajar dari apapun yang bisa ia baca. Untuk menambah ilmu,  Frederick selalu berusaha belajar   dari   orang  yang  pengetahuannya lebih banyak dari dirinya.

 

Semua   kerja     kerasnya   berbuah   hasil,

setalah ia lepas dari perbudakan ia berhasil menjadi orator ulung, penulis hebat,dan pemimpin pembebasan perbudakan.

 

16.    Michael Dell

Penggemar komputer mana yang tak kenal Michael Dell. Dalam jajaran pengusaha  komputer papan  atas  namany juga  tak  bisa  dipisahkan. Michael Dell adalah seorang pemilik perusahaan komputer yang bernama Dell. Yup diambil dari namnya Michael Dell.

Sama halnya dengan pengusaha TI terkenal lainnya, Dell juga seorang yang drop  out    dari   college   setelah   hanya kuliah   selama   satu  tahun.  Ia   kuliah hanya untuk menjadi seorang penjual komputer.   Namun  siapa   sangka, meskipun ia hanya penjual komputer namun mampu mendirikan  perusahaan Dell Company yang  menjadi salah satu perusahaan  komputer tersukses  yang pernah ada di Amerika Serikat.

Satu  hal   yang  tidak   bisa   dihlangkan adalah bahwa Dell belajar komputer secara otodidak.

 

 

 

17.       Richard Grasso

Saya tidak mengenal sama sekali tokoh ini,  namun akhirnya saya kenal setelah saya membaca sebuah majalah.   Richard Grasso adalah seorang CEO  dari  New York  Stock Exchange.   Sejak  kecil Richard   sudah  tertarik   bermain   saham.  Hingga akhirnya mampu menjadi jajaran Trader terkenal.  Namun tak banyak yang tau bahwa Richard gagal menamatkan  college-nya.  Ia  banyak  belajar  dari trader  dan  langsung  belajar  secara  langsung  di dunia saham.  Bahkan sejak usia 13  tahun ia sudah ikut   dalam  jual beli  saham dengan menggunakan

nama ibunya. Maka tak heran bila pengalaman dan ilmunya mampu menhantarkannya  hingga  menjadi  Chairman  dan  CEO   di   bursa  efek terbesar di dunia.

Page 10

 

18.   William Faulkner

William Faulkner adalah seorang penulis terkenal asal negeri Paman Sam. Bahkan ia pernah meraih hadiah  Nobel untuk kategori  literatur  pada tahun 1949. Namun taukah Anda bila  ia  sempat belajar di universitas meski SMA-nya tak tamat  untuk tiga semester.  Bahkan ia pernah  memperoleh  nilai D pada        mata        kuliah       Bahasa        Inggris. Meskipun  begitu,  William  Faulkner tetap  belajar dan  berusaha   hingga  mampu  menjadi   penulis paling terkenal yang pernah ada di AS. Marvelous….

19.   Henry Ford

Pengusaha yang satu ini sangat terkenal di dunia. Yup,  pemilik dari Ford Motor   Company   ini   sangat  dikenal   oleh  dunia  berkat   perusahaan otomotifnya yang sangat mendunia.  Namun yang menarik  adalah  Henry Ford hanya sekolah formal hingga usia 15  tahun, tapi yang pasti ia tidak berhenti belajar selama hidupnya.

Pendidikan formal terkahir  Ford adalah SMA.    Namun   dengan   seiring berjalannya waktu, ia belajar secara otodidak  di  bidang  otomotif. Ketertarikannya pada mesin sudah muncul sejak  masih  anak-anak.  Bahkan ia lebih suka memperbaiki jam tentangganya   dibanding    bekerja    di kebun orang tuanya. Semakin lama pengetahuan  dan  keterampilannya makin    banyak.     Berbekal pengetahuannya     itu      ia       kemudia

mendirikan Ford Motor Company yang kelak membawanya menjadi salah satu pengusaha otomotif tersukses di dunia.

 

20.   Jimmy Lai

 

Jimmy Lai adalah salah satu pengusaha pakaian sukses yang unik  dan otodidak sejati. Ketika berusia 12  tahun, Jimmy Lai masuk ke Hongkong dengan diselundupkan dan ia bekerja sebagai pekerja ilegal di  sebuah pabrik garmen. Berkat hasrat inin  tahu dan kemamuan belajarnya yang tinggi menjadikannya posisinya cepat naik.

 

Suatu saat ia  melihat  ada sebuah pabrik garmen  yang  hampir  bangkrut.  Dengan uang tabungannya ia  beli  pabrk  itu. Lalu Jimmy muali belajar menjadi seorang pengusaha. Terus belajar secara otodidak hingga  akhirnya  ia  mampu  menjadi pengusaha sukses. Penghargaan demi penghargaan     pun    diraihnya.     Bahkan

majalah  Business  Week menyebutnya  sebagai  pengusaha sukses yang unik  dan sangat otodidak.

 

 

 

 

Page 11

 

21.   Philo  T. Farnsworth

 

Philo  T. Farnsworth keluar dari college setelah ayahnya meninggal dunia. Usianya  saat ini  masih  remaja.    Tapi, Philo    adalah   anak  yang  cerdas.   Ia begitu tertarik dengan dunia fisika dan kimia. Ketika keluarganya pindah ke daerah Idaho,  ia  memperoleh sebuah “mainan baru”.

Mau tau  apa  mainanya?  Mainan  yang

dimaksud   adalah   sebuah   generator untuk  menerangi  ladang  dan menyalakan mesin.

 

Philo  terus belajar secara otodidak, hingga ia menjadi teknisi dari generaotrnya itu. Ketika generator itu rusak  ia  yang memperbaikinya. Philo   kemudian  tumbuh  menjadi  seorang  yang  memiliki  kemampuan dbidang mesin dan listrik. Akhirnya ia menjadi salah satu penemu terkenal asal Amerika Serikat. Berikut hasil temuannya:

 

–    Sistem televisi elektronik sempurna pertama.

–     Alat   penerimaan    gambar  elektronik    pertama   yang  berfungsi

(tabung kamera video).

–    Pengembangan alat anti pencurian mobil.

–    Dan masih banyak lagi.

 

Total penemuan dari Philo  yang dipatenkan ada 300.

 

22.   Peter Jennings

 

Presenter Terkenal yang Tak Lulus SMA

 

Presenter  terkenal  ABC   News ini sebenarnya tak lulus SMA. Jennings  memulai  kariernya sejak  usia  9  tahun.  Saat  itu ia menjadi   penyiar   radio   anak- anak di  Kanada.  Ayahnya yang juga penyiar radio CBC  dan sedang bertugas di  luar negeri berang ketika tahu anaknya jadi penyiar radio di tempatnya bekerja.  Ayahnya memang  tak menyukai   nepotisme.   Kegiatan

jadi penyiaran ciliknya tak lama. Peter lebih konsentrasi sekolah. Namun sekolahnya tak mulus. Malah  ia  sempat tak naik  ke kelas  10.  Menurut pengakuannya ia bosan belajar saat itu. SMA-nya pun tak tamat.

 

Ia sebenarnya ingin  sekali menjadi penyiar seperti ayahnya. Namun kesempatan itu tak  mudah  ia dapat. Ia lebih dulu bekerja  di  bank dan sempat  aktif di teater setempat. Baru pada usia  21  tahun ia  bisa  meraih impiannya menjadi penyiar radio. Setelah itu kariernya terus menanjak dengan semangat otididaknya yang tinggi hingga kemudian menjadi wartawan dan penyiar televisi kenamaan AS.