Mengapa Tambalan yang Sewarna Gigi Mudah Menipis?

20130519_periksa-kesehatan-gigi_8049

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tribunnews.com membuka kontak Konsultasi yang akan dijawab Drg Anastasia Ririen
Drg R Ngt Anastasia Ririen Pramudyawati, alumnus Fakultas Kedokteran gigi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, siap menjawab segala pertanyaan seputar kesehatan gigi dan mulut di rubrik konsultasi gigi dan mulut Tribunnews.com.
Selama ini, perempuan kelahiran tepian Danau Tage – Epouto (Enarotali, Paniai, Papua) ini bekerja di Permata Pamulang Hospital, Happy Smile Dental Clinic Bali View Point (keduanya beralamat di Tangerang Selatan), dan praktek pribadi D-smile di wilayah Pondok Cabe, Selatan Jakarta.
Selain itu, juga aktif menulis di http://www.kompasiana.com/dokteranastasiaririen dan memberikan konsultasi soal kesehatan gigi dan mulut lewat media radio, serta mengisi rubrik konsultasi di Harian Tribun Kaltim.
Bagi pembaca Tribunnews.com yang ingin melakukan konsultasi masalah gigi dan mulut, silakan mengirimkan pertanyaan melalui email: dr_anastasia_ririen@yahoo.com.
Semua jawaban akan ditayangkan di http://www.tribunnews.com.
Pertanyaan
Dokter Anastasia,
Di area pertemuan kedua gigi seri depan rahang atas saya berlubang. Saya baru saja menambalnya. Setelah ditambal, kedua gigi seri saya terlihat seperti menyatu. Tambalannya sewarna gigi.

Beberapa menit setelah ditambal, tanpa disengaja gigi bawah saya menyentuh tambalan, dan terasakan bahwa tambalan saya terkikis. Setelah 2 hari, saya merasakan tambalan saya semakin menipis.
Pertanyaan saya:
– Normal dan baik-baik sajakah kondisi penipisan tersebut pada suatu tambalan permanen?
– Perlu-tidakkah dilakukan penambalan ulang?
– Kira-kira, dapat bertahan berapa lamakah tambalan saya?

Mohon balasannya, Dok.. Terimakasih. (Vivi, Tangerang)

Jawaban:

Dear Kak Vivi yang baik,
Berasal dari dokterkah Kakak memperoleh informasi bahwa jenis tambalan tersebut merupakan tambalan permanen?
Karena bila tambalan tersebut merupakan jenis permanen yang sewarna gigi dan prosedur penambalannya selesai dalam satu kali kunjungan, maka kemungkinan tambalan tersebut merupakan jenis bahan resin maupun glass ionomer.

Khusus bahan resin, bila materialnya masih baik, dan prosedur aplikasi serta proses pengerasannya telah dilakukan sesuai prosedur, umumnya tidak mudah tergerus sedemikian cepat, Kak.. Bahkan, bila bahannya merupakan jenis glass ionomer yang gradenya lebih lunak dibanding jenis resin, bahan cukup keras. Tidak mudah tergerus/aus hanya dalam waktu sesingkat itu.

Dan, andai proses finishingnya dilakukan dengan benar sesuai prosedure, maka tidak akan ada kejadian menempelnya tepi incisal gigi seri depan rahang bawah sedemikian rupa pada tambalan hingga menggerus tambalan seperti yang Kakak alami. Karena secara procedural, usai pengaplikasian tambalan, maka dokter gigi akan melakukan proses finishing. Dilakukan proses pembentukan dan penyesuaian tambalan-tepi tambalan sesuai kaidah idealnya, sehingga diperoleh bentuk anatomis yang seideal mungkin secara individual.

Pada procedure ini, wujud tambalan akan disesuaikan bentuknya agar tidak terjadi kondisi mengganjal saat gigi-geligi depan digerakkan maju-mundur sebagai salah satu gerakan rutin gigi-geligi. Serta dilakukan proses penghalusan permukaan tambalan, termasuk tepi tambalan yang menghubungkan tepi tambalan dengan bagian gigi asli. Target pencapaiannya: dibuat menyatu serta dihaluskan hingga kira-kira sehalus permukaan ideal sang gigi asli, Kak..

Tetapi, andai jenis tambalan kedua gigi seri berdekatan tersebut ternyata masih merupakan tambalan sementara, maka proses pengikisan mekanis begitu sangat mungkin terjadi. Karena sifat tambalan yang memang jauh lebih lunak dan mudah aus dibanding jenis tambalan permanen.

Pertanyaan kedua saya, apakah benar bahwa tambalan pada kedua gigi berdekatan tersebut dibuat menyatu, tidak dipisahkan?

Karena prinsip penambalan gigi dimaksudkan untuk mengembalikan status kesehatan gigi serta membentuk anatomis sang gigi kembali ke wujud aslinya, agar secara individual gigi dapat berfungsi dan bergerak secara fisiologis-anatomis di dalam masing-masing kantong periodontalnya secara alamiah saat sedang berfungsi. Artinya, meski posisi kavitas lubang kedua gigi berdekatan/bersebelahan letaknya, idealnya tambalan tidak dibuat menyatu. Ada tehnik pemisahan yang bisa dilakukan oleh sang dokter dengan menggunakan ragam pilihan alat bantu yang sederhana hingga idealnya untuk maksud tersebut, Kak..

Kecuali untuk jenis penambalan sementara, upaya pemisahan tersebut itu bisa saja tidak dilakukan. Karena toch tambalan sementara tersebut nantinya akan diganti dalam beberapa hari setelahnya dengan jenis perawatan dan jenis bahan tertentu sesuai rencana sang dokter atas kasus gigi yang terjadi.

Terkait lamanya tambalan bertahan pada gigi, andai itu merupakan tambalan permanen, bila prosedur tindakannya tepat dan tambalan diperlakukan/dirawat dengan baik oleh sang pemilik gigi sesuai instruksi dokter, maka tambalan dapat bertahan lama hingga puluhan tahun, Kak.. Tetapi, tindakan pengontrolan ke dokter gigi tetap wajib dilakukan. Untuk mengetahui kondisi tambalan, serta antisipasi dini bila telah terjadi kerusakan/keausan. Dapat sekaligus dilakukan pada saat pembersihan karang gigi rutin per enam bulan, Kak..

Bila dirasakan adanya keluhan apapun terkait tambalan gigi, termasuk kondisi rasa mengganjal beberapa saat usai penambalan, seyogyanyalah segera kembali ke dokter gigi yang menambal, untuk dapat dilakukan upaya penyesuaian/perbaikan. Dalam beberapa kasus, rasa mengganjal terasakan beberapa waktu setelah hari dilakukannya penambalan.

Perlu diingat bahwa pengabaian terhadap hal ini dapat mengakibatkan proses melanjut perubahan persendian rahang kita (temporo – mandibular – joint) dekat telinga kita yang berimbas tidak ideal di masa mendatang, Kak.. Sudah pernah saya bahas detailnya dalam artikel saya terkait sebelum ini di media ini. Silakan kembali menyimaknya.

Demikian, Kak. semoga penjelasan saya kali ini dapat menjawab pertanyaan Kakak. Salam sehat dari saya untuk Kakak dan keluarga.